Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan

Siapa dr. Zakir Naik Sebenarnya???


Belakangan ini nama Zakir Naik menjadi perbincangan hangat dikalangan umat muslim Indonesia, mengapa? Pasalnya beliau tengah melakukan safari ke beberapa daerah di Indonesia untuk melakukan syiar islam. Beliau adalah seorang alim ulama internasional yang memang focus membahas perbandingan agama, dan telah berhasil mengislamkan ribuan orang di seluruh dunia melalui dakwahnya.

Bagi para pemirsa youtube tentu sudah tak asing lagi bagi sosok beliau. Banyak ceramah-ceramah beliau yang dijadikan referensi untuk mengetahui ajaran islam bagi orang-orang islam maupun orang non-islam yang ingin melakukan perbandingan antara islam dengan agama yang tengah dianutnya.

Berikut profil singkat Ulama kenamaan ini yang berhasil penulis rangkum dari berbagai sumber.

Zakir Naik lahir pada tanggal 18 Oktober 1965 di Mumbai (Bombay pada waktu itu), India dan merupakan keturunan Konkani. Ia bersekolah di St. Peter's High School (ICSE) di kota Mumbai. Kemudian bergabung dengan Kishinchand Chellaram College dan mempelajari kesehatan di Topiwala National Medical College and Nair Hospital di Mumbai. Ia kemudian menerima gelar MBBS-nya di University of Mumbai. Tahun 1991 ia berhenti bekerja sebagai dokter medis dan beralih di bidang dakwah atau proselitisme Islam.

Naik mengatakan ia terinspirasi oleh Ahmed Deedat yang telah aktif di bidang dakwah selama lebih dari 40 tahun. Menurut Naik, tujuannya adalah "berkonsentrasi pada remaja Muslim berpendidikan yang mulai meragukan agamanya sendiri dan merasa agamanya telah kuno" dan adalah tugas setiap Muslim untuk menghilangkan kesalahpahaman tentang Islam untuk melawan apa yang ia anggap sebagai bias anti-Islam oleh media Barat setelah serangan 11 September 2001 terhadap Amerika Serikat. Ia telah berceramah dan menulis sejumlah buku tentang Islam dan perbandingan agama juga hal-hal yang ditujukan untuk menghapus keraguan tentang Islam. Sejumlah artikelnya juga sering diterbitkan di majalah India seperti Islamic Voice.

Zakir Naik adalah pendiri dan presiden Islamic Research Foundation (IRF), sebuah organisasi nirlaba Islam yang khusus dalam penelitian Islam dan Perbandingan agama yang juga memiliki dan menyiarkan jaringan saluran TV gratis Peace TV dari Mumbai, India.


Beberapa Prestasi dr. Zakir Naik ;
1. Peringkat 82 dalam daftar "100 Orang India Paling berpengaruh yang diterbitkan oleh Indian Express pada tahun 2009 dan peringkat 89 tahun 2010”.

2. Peringkat 3 di "10 Besar Guru Spiritual dari India pada tahun 2009"

3. Peringkat 70 daftar teratas dari "500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia" yang diterbitkan setiap tahun oleh Georgetown University, Amerika Serikat

4. Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud memeberikan penghargaan bergengsi ‘King Faisal International Prize’ – 2015 untuk ‘Layanan Islam’ Dr Zakir Naik pada 1 Maret 2015 di Riyadh. hadiah ini adalah hadiah paling bergengsi di dunia Muslim, mirip dengan Hadiah Nobel. Hadiah terdiri dari sertifikat yang menunjukkan prestasi Dr Zakir ini, 200-gram medali emas 24-karat dan 750.000 riyal Saudi (US $ 200.000). Seluruh hadiah uang disumbangkan oleh Dr Zakir Naik ke Waqf of Peace TV Network.

5. Syekh Dr. Sultan bin Mohammed Al Qasimi, Penguasa Sharjah, memberikan kepada Dr Zakir Naik ‘Sharjah Award untuk Kerja Sukarela’ pada tahun 2013, untuk layanan sukarela kepada Islam pada skala internasional, pada 16 Januari 2014.

6. Dr Yahya Jammeh, Presiden Republik Gambia memberi Dr Zakir Naik lencana penghargaan nasional tertinggi dari Komandan Nasional Republik Gambia di Gambia pada tanggal 15 Oktober 2014. Dia juga menerima Doktor Kehormatan – ‘Doctor of Humane Letters’ (Honoris Causa) – oleh Wakil Rektor Universitas Gambia, sebagai pengakuan atas kontribusinya yang luar biasa dan penyebaran pengetahuan dalam mempromosikan penelitian dan pelayanan masyarakat internasional.

7. Shaikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden & Perdana Menteri UAE dan Penguasa Dubai, menganugerahkan ‘Islamic Personality of 2013’ pada ajang penghargaan bergengsi Dubai International Alquran Award pada 29 Juli 2013, untuk melakukan pelayanan luar biasa kepada Islam dan umat Islam pada tingkat global di Media, Pendidikan dan Filantropi. Dia menerima hadiah dari UEA 1 juta Dirham (US $ 272.000) yang ia disumbangkan untuk memulai Wakaf (endowment) dana untuk Peace TV Network. Dr Zakir saat itu berusia 47 tahun merupakan penerima penghargaan termuda.

8. Yang Mulia Tuanku Abdul Halim Mu’adzam Shah, Raja Malaysia, menganugerakan kepada Dr Zakir Naik penghargaan tertinggi dari Malaysia yang ‘Tokoh Ma’al Hijrah Distinguished International Personality Award for the Year 2013’ untuk layanan dan kontribusi yang signifikan pada perkembangan Islam pada tanggal 5 November 2013. Dr Zakir adalah sebuah plakat yang ditandatangani oleh Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Mohd. Najib Razak.

9.  Syekh  Ahmed Deedat pada bulan Mei Tahun 2000 berupa plakat dengan keterangan “Diberikan kepada Dr Zakir Abdul Karim Naik atas prestasinya di bidang dakwah dan studi Perbandingan Agama.” Syekh Ahmed Deedat sendiri jauh sebelumnya telah memuji Dr Zkir Naik dengan menyebutnya sebagai “Deedat Plus” di tahun 1994. Deedat mengganggap bahwa dakwah yang telah ia lakukan dalam waktu puluhan tahun dapat dikerjakan Naik hanya dalam waktu singkat.

10. Berhasil Mengislamkan Orang non-Muslim pada ceramah-ceramah yang beliau selenggarakan, jumlahnya mungkin sudah ribuan orang yang masuk islam melalui perantara beliau. Dan hebatnya lagi ketika beliau mengadakan safarai dakwah ke berbagai tempat dan Negara semua dari hasil uang pribadi beliau alias beliau tidak mau untuk dibayar.

Sekian Info tentang dr. Zakir Naik, mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran dari kisah dan perjuangan beliau. Kuy yang dibekasi ikutan kajiannya mumpung belum kehabisan.
Wassalam

Penulis        : Lazuardi Ardhany
Sumber        : Wikipedia.com

Salah Kaprah Pemaknaan Jihad


Dewasa ini seringkali orang tua lebih memberikan ijin kepada anaknya untuk nonton konser dibandingkan mengikuti kajian islam. Alasannya simple, mereka takut kalau anaknya menjadi orang yang paham agama kemudian menjadi seorang teroris atau ekstrimis seperti halnya pemberitaan di media. Sebuah ironi yang tengah menjadi masalah bersama. Nampaknya orang tua lebih suka jika anaknya menjadi seorang hedonis dibanding menjadi seorang alim dalam agama, nongkrong menghabiskan waktu tak apa tetapi untuk mengkaji Al-Qur’an jadi nestapa.

Ketika ditelisik lebih mendalam lagi agaknya ada sebuah pemikiran yang salah karena pengaruh media. Orang yang belajar agama dan mencoba mengamalkannya disangka seorang ekstrimis, dengan dalih sedang berjihad. Jihad sendiri mereka maknai sebagai peperangan melawan kaum kafir. Padahal kalau kita tengok lagi kata jihad secara bahasa berarti berusaha dengan sungguh-sungguh. Sedangkan yang dimaksud dengan berperang melawan kaum kafir dalam Al-Qur’an dinamakan dengan “Qital”. Perbedaan ini seringkali tidak dilihat oleh kaum orientalis atau musuh islam dengan modus untuk membuat umat islam takut untuk menegakkan agamanya, bahkan tidak percaya diri dengan ajaran agamanya. Karena takut di cap sebagai seorang ekstrimis.

Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. (QS. Ash-Shaf : 10-11)

Dalam ayat tersebut jelas bahwa jihad itu bukan hanya sebatas mengorbankan jiwa saja melainkan bisa dengan mengorbankan harta benda. Ketika seorang muslim pemahamannya salah akan membentuk sikap yang salah, sehingga nilai keislaman tidak merasuk kedalam jiwa pemiliknya.

Jika jihad pada zaman rasulullah dengan menggunakan pedang, maka jihad abad ke-21 dengan pemikiran dan kekuasaan. Mengapa? Karena bukan zamannya lagi penaklukan menggunakan pedang, melainkan penaklukan dengan keindahan lisan dan pemikiran. Seorang mubaligh yang pandai berdialektika dan berorasi lebih bisa meraih simpati daripada seorang jenderal perang penguasa ribuan tentara. Si ahli orasi lebih ditakuti dibandingkan si ahli strategi perang berbadan kekar lagi tinggi, karena islam datang dengan damai, Al-Quran menuntut kemuliaan akal budi dalam memahaminya.

Hal ini sekaligus menjadi bukti mukjizat Al-Quran dalam memberikan bukti keagungannya hingga akhir zaman. Mukjizat nabi Sholeh dengan untanya hilang bersama umatnya yang membangkang, Nabi Nuh dengan bahteranya hilang seiring berjalannya waktu, Laut merah yang terbelah menjadi mukjizat nabi Musa tak bisa lagi terulang setelah tenggelamnya Firaun dan para pengikutnya. Sedangkan Al-Quran hingga detik ini tetap eksis sebagai mukjizat dan tidak ada seorangpun mampu membuat satu ayat yang menyamai keagungannya. Karena Al-Qur’an adalah kitab ilmu pengetahuan baik agama maupun ilmu modern abad 21.

Kembali ke makna jihad, seorang muslim wajib hukumnya berjihad apapun latar belakang profesinya. Seorang penulis berjihad dengan mata penanya untuk menyebarkan tulisan inspiratif, seorang dokter berjihad dengan kepandaiannya menyembuhkan pasien, seorang pengusaha berjihad dengan hartanya untuk menyelesaikan masalah umat, maupun seorang mubaligh berjihad dengan kefasihannya dalam agama untuk menyadarkan umat.

Konon ada sebuah percakapan imajinatif antara malaikat Ridwan dengan orang-orang yang akan masuk surga. Mereka berebutan untuk memasuki surga terlebih dahulu, diantaranya ada seorang penulis, seorang dokter, seorang mubaligh dan seorang pengusaha. Diantara mereka, siapakah orang yang terlebih dahulu masuk kedalam surga?

Malaikat Ridwan menanyai satu persatu diantara mereka, datanglah kesempatan malaikat bertanya kepada seorang penulis. “Hai penulis, apa gerangan yang menyebabkan aku memberikan kesempatan kepadamu untuk memasuki surga terlebih dahulu?”

“Aku ketika didunia adalah orang yang sering menulis artikel inspiratif kepada pembaca, dengan harapan mereka bisa tersadar dan kembali kejalan Allah melalui perantara tulisanku. Maka perkenankan saya memasuki surga terlebih dahulu malaikat Ridwan.” Jawab si Penulis.

“Tunggu, engkau tak boleh masuk sebelum aku selesai menanyai semua orang yang ada didepanku.” Malaikat menjawab dengan nada sedikit tinggi.

“Bagaimana dengan engkau Si Dokter? Apa hal yang menyebabkan aku memberikan kesempatan kepadamu untuk memasuki surga terlebih dahulu?” Tanya malaikat Ridwan penasaran.

“Aku adalah seorang dokter yang tidak pernah melihat siapa pasien yang datang kepadaku, baik dia miskin maupun kaya aku memberikan pelayanan terbaikku, aku tak mengharapkan kekayaan dari profesiku karena aku hanya ingin keridhoan Allah semata. Bahkan jika ia seorang miskin lagi fakir maka tak ku pungut biaya sepersenpun demi kesembuhannya.” Pungkas si Dokter.

Belum selesei kekaguman malaikat kepada si dokter, malaikatpun bertanya kepada si Mubaligh. “Hai mubaligh, engkau seorang yang alim lagi fasih dalam bertutur kata. Apa hal yang menyebabkan aku memberikan kesempatan kepadamu untuk memasuki surga terlebih dahulu?”

Dengan fasih si Mubaligh menjawab , “Aku di dunia senantiasa mengajarkan kebaikan, memberikan pembelajaran kepada murid-murid yang datang kepadaku tanpa mengharapkan imbalan. Dan Alhamdulillah sudah ada ratusan orang yang kembali ke jalan Allah melalui perantara lisanku.”

“Sedangkan engkau Si Pengusaha, apa hal yang menyebabkan aku memberikan kesempatan kepadamu untuk memasuki surga terlebih dahulu?”

Dengan nada yang santun Si Pengusaha menjawab, “Aku adalah orang yang jujur dalam berdagang, tidak mengambil praktik riba karena takut akan ancaman Allah. Dengan harta yang kumiliki, aku telah membangun percetakan untuk menerbitkan buku-buku inspiratif, dengan hartaku aku membangun rumah sakit yang megah untuk kalangan miskin, dan aku juga membangun Pondok pesantren sebagai tempat belajar bagi santri-santri yang akan menjadi lentera ditengah masyarakat yang rusak.”

Dengan wajah tersenyum, malaikat membukakan pintu Surga kepada Si Pengusaha. Dia lebih dahulu dimasukkan kedalam surga dibandingkan dengan yang lain lantaran amalannya.

Dari cerita diatas bisa kita lihat, bahwa kualitas amalan jauh lebih penting dibandingkan latar belakang profesi seseorang. Seorang pengusaha bisa jadi lebih ber-jihad dibandingkan seorang mubaligh yang tiap hari berceramah. Karena dengan hartanya, si Pengusaha lebih banyak memberikan manfaat terhadap perbaikan lingkungannya. Ia tak segan dalam mengeluarkan hartanya demi kepentingan islam, seperti halnya kisah Sumur Raumah milik Utsman bin Affan yang memberikan manfaat hingga hari ini.

Wallahu’alam bishowab.


Penulis        : Lazuardi Ardhany



Regenerasi Reaction13 2017



Setiap yang tumbuh pasti akan mengalami proses regenerasi, dari satu tahap ke tahap selanjutnya. Seperti halnya manusia, tumbuh dan terus tumbuh dengan mengalami berbagai macam regenerasi sehingga mencapai tahap kedewasaan baik fisik maupun mentalitasnya.


Reaction13 sebagai ekskul keagamaan di SMA Negeri 13 Kota Bekasi juga terus mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun. Pergantian kepengurusan juga telah kita lalui dari tahun ketahun, karena kami yakin kunci dari suksesnya sebuah organisasi adalah adanya regenerasi yang mencetak generasi-generasi hebat.


Alhamdulillah pada awal maret tahun 2017 ini kita telah berasama-sama melaksanakan pemilihan ketua putra dan ketua putri yang baru dengan mengusung tema Bold Motion (Be The Gold Moslem Generation). Dan berikut liputan langsung dari TKP (Tempat Kejadian Pemilihan  ).

Acara dimulai dengan penyerahan hadiah the Best team & the Best personal bagi mereka yang bersungguh-sungguh dalam membentuk skill kepemimpinan dan kepribadian dalam acara LDKR 2017.



Inilah disaat masing-masing calon menyampaikan visi dan misinya

Pemilihan dimulai...dan keluarlah saudara kita Fahmi Indra Arifin sebagai ketua Rohis yang baru, didampingi oleh saudari Rahma sebagai ketua keputrian. Selamat ya semoga amanah...Aamiin.


Setelah pelantikan ada motivasi dari pembina rohis kita tercinta yaitu Bpk. Drs. Jhonalisman, M,Pd. Beliau memberikan wejangan untuk kepengurusan yang baru agar menggunakan prinsip organisasi dan ilmu manajemen yang baik supaya rohis semakin berkembang dan tetap melakukan dakwah di SMA Negeri 13 Kota Bekasi.

Dan terakhir, kita foto bersama sebagai simbol persaudaraan kita sebagai sesama anggota reaction13 serta bukti kepengurusan reaction13 tahun 2017-2018 siap untuk membawa rohis semakin berkarya lagi. Aamiin.



Tuntas sudah laporan kita di acara regenerasi Reaction13 tahun 2017, harapannya semoga kita bisa bersama-sama menjadi muslim yang memiliki semangat dalam menimba ilmu, etis dalam berorganisasi & peduli terhadap kondisi umat yang butuh uluran tangan generasi muda muslim.

Wassalam

Penulis  : Redaksi Blog
Sumber : Divisi Dakwah & Publikasi

THE POWER OF FORGIVE

Assalamualaikum Wr. Wb

Apa kabar sobat reaction13 Alhamdulillah pada kali ini saya berkesempatan untuk saling berbagi ilmu di blog ini. Semoga dapat bermanfaat selamat membaca.

Kehidupan manusia tak lepas dari interaksi antar sesamanya. Tetapi terkadang dalam interaksi terjadi sebuah kesalahan. Kesalah pahaman dapat menyebabkan kekecewaan dan dapat berujung sakit hati. Pasti kalian pernah mengalami ya..?

Tetapi ada perilaku mulia yang tidak ternilai yaitu memaafkan, loh knapa disebut mulia?
Tidak semua orang bisa loh untuk memaafkan orang lain yang berbuat kesalahan apa lagi yang udah menusuk hati. hu hu hu

Memaafkan butuh kerja keras dan kemauan yang kuat loh, bukan hal yang mudah untuk memunculkan sikap pemaaf

Dendam uuuu...

Hati hati tuhh kalo kita berbuat salah siapa tau yang kita sakitin itu justru malah balas dendam. Wah bisa memicu perang dunia tuh hehehe.
Wah dendam dapat menjadikan hubungan antar manusia bisa runyam ya. klo gak buru-buru kita minta maaf.
Oke kawan-kawan kita bakal menelisik lebih jauh tentang The Power of Forgive.

Memaafkan ayoo kira kira apa ya definisi memaafka? Ada yang tau gak? hehe
Nih saya bakal sajikan pendapat pendapat para ahli psikolog tentang definisi dari memaafkan ;

Menurut Smedes (1984)
Memaafkan merupakan kesediaan untuk menanggalkan kekeliruan masa lalu yang menyakitkan, tidak lagi mencari-cari nilai dalam amarah dan kebencian, dan menepis keinginan untuk menyakiti orang lain atau diri sendiri.

McCullough dkk. (1997)
Memaafkan  merupakan seperangkat motivasi untuk mengubah seseorang untuk tidak membalas dendam dan meredakan dorongan untuk memelihara kebencian terhadap pihak yang menyakiti serta meningkatkan dorongan untuk konsiliasi hubungan dengan pihak yang menyakiti.
Enright (dalam McCullough dkk., 2003)

mendefinisikan pemaafan sebagai sikap untuk mengatasi hal-hal yang negatif dan penghakiman terhadap orang yang bersalah dengan tidak menyangkal rasa sakit itu sendiri tetapi dengan rasa kasihan, iba dan cinta kepada pihak yang menyakiti.
Gimana.... gimana...???
Kira-kira udah bisa tarik kesimpulannya hehehe
Oke memaafkan adalah upaya membuang dan melupakan semua rasa ingin membalas dendam dan sakit hati, dari orang yang bersalah kepada kita dengan tujuan menyambung kembali hubungan yang baik dengan orang tersebut.
Oke oke paham kan?
 
Islam telah menjelaskan perilaku memaafkan didalam Al Quran dan dicontohkan langsung oleh Rasululah. 
Al-Quran surat Ali Imran Ayat 134  menjelaskan bahwa Allah SWT menyukai orang-orang yang melalukan kebajikan. Perbuatan kebajikan apakah itu dikalimat sebelumnya Allah SWT menyebutkan orang-orang yang berinfak diwaktu lapang ataupun sempit orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan orang lain.
Subhanallah untuk melakukan perbuatan kebajikan membutuhkan kerja keras ekstra bayangkan kita berinfak disaat sempit, dikala kita membutuhkan tapi diri kita bertekat untuk berinfak dijalan Allah menahan amarah pula bukan hal yang mudah. Mengontrol emosi memerlukan latihan dan kekuatan ekstra, karena ketika kita marah emosi telah mengusai diri sehingga kesadaran kita perlu dibangun agar kita tidak dikuasai oleh emosi. Memaafkan seperti dua perbuatan diatas memaafkan juga tidak semudah membalik telapak tangan dibutuhkan pengorbanan perasaan untuk merelakan dan bersedia menerima kesalahan orang lain atas kesalahannya yang bahkan sampai menusuk hate.
Sehingga, perbuatan berinfak dikala sempit, menahan amarah diri, dan memaafkan merupakan sebuah perbuatan kebajikan yang sangat disukai Allah SWT karena pengorbanan dalam melakukannya dan manfaatnyanya apa bila kita melakukan hal tersebut. Alangkah indahnya ketika setiap perilaku hidup kita didasari dengan bentuk kecintaan kepada Allah SWT dan mengharap surganya. Semoga kita semua dikategorikan orang-orang yang senantiasa melakukan kebajikan.

Masih banyak lagi ayat ayat Al Quran yang menjelaskan perbuatan memaafkan dan semua ayat itu menjelaskan Allah SWT memuliakan orang-orang yang mudah memaafkan orang lain.
Mungkin kita pernah mendengar kisah Rasulullah ketika beliau ingin berangkat kemasjid beliau selalu diludahi ditempat yang sama oleh orang kafir. Sampai suatu ketika saat Rasulullah melewati tempat tersebut tidak ada orang kafir yang selalu meludahinya. Rasulullah menanyakan kepada sahabat tentang kabar orang tersebut ternyata orang kafir itu sedang sakit. Rasulullah mendatangi rumah orang tersebut bukan ingin membalas justru Rasulullah menjengukinya dan medoakan kesehatannya. Orang kafir itu langsung bersyahadat didepan Rasulullah karena perilaku pemaaf beliau. Inilah yang disebut The Power of Forgive.

Manfaat yang didapatkan apabila kita memaafkan orang lain ;

1.      Meringankan beban pikiran kita.

memang ya yang namanya sakit hati itu buat kita galau hehehe. Tapi inget temen-temen itu bisa jadi penghalang prokdutifitas kita loh. Kemana mana kepikiran. Mau makan kepikiran, mau tidur kepikiran, mau belajar kepikiran. Nah dengan memaafkan kita bisa meregangkan pikiran kita dari perasaan perasaan beban dan kita bisa produktif lagi.

2.       Menjauhkan diri dari sifat balas dendam
Memaafkan berarti kita telah melupakan dan merelakan kesalahan orang lain yang telah mengecewakan kita tpi dengan ikhlas. Perilaku dendam dapat dicegah dengan hal tersebut. Inget loh perilaku dendam dapat menyebabkan kebencian berkelanjutan. Coba dan kalian pernah main coret-coretan sama temen kalian, pertama kecil sih coretannya eh karena saling balas dendam bisa sampe semua badan kecoret hehehe. Pokoknya gak baik deh perilaku balas dendam

3.       Memberikan imbas kepada orang yang berbuat salah.
Agar dapat memperbaiki diri, dengan kita memaafkan orang lain berarti kita menuntut juga dong orang yang bersalah itu untuk memperbaiki kesalahannya agar tidak terulang lagi. Nah ini bisa menjadi sarana edukasi juga buat orang yang berbuat salah mengintrospeksi diri agar tidak mengulangi kesalahan itu. Dan kita juga yang memaafkan  harus bisa menjelaskan dampak dari kesalahan orang itu secara bil hikmah
 
4.       Memberikan figur yang baik dimata orang.

dengan bentuk perilaku kita yang mudah memaafkan orang lain akan memandang baik kita memiliki sikap yang baik dan mempu mengontrol emosinya dengan baik. Bahkan nantinya orang lain akan segan terhadap kita. Berbeda bengan orang yang selalu menanamkan dendam orang itu akan dipandang negatif dan memiliki figur yang jelek
 
5.       Mencerminkan perilaku islami.

 Sebagai mana yang Allah SWT terangkan di dalam Al Quran. Perilaku memaafkan adalah salah satu perilaku kebaikan dan mulia. Allah pun menyukai orang-orang yang malakukan perilaku memaafkan. Terasa indah bila sikap perilaku kita mencerminkan nilai nilai islam. Wujud islam rahmatan lil alamin akan sebar luaskan keseluruh penjuru dunia.
 
6.       Kembali menyambung silaturahim.

Menyambung silaturahim merupakan sarana Untuk menegakkan ukhuwah islamiyah. Bayangkan apabila karena sebuah kesalah pahaman muncul retakan sesama umat islam. Sesama teman terus saling menyalahkan dan menyakiti, tidak terlihat keharmonisan antar sesama. Yang terjadi malah runtuhnya diri kita sendiri karena memupuk banyak musuh dimana mana.

Bagaimana temen-temen ternyata banyak ya manfaat dari kita memiliki perilaku memaafkan?
nah bagaimana ya kira kira proses memaafkan itu?

nah disini penulis akan memberikan pengalaman penulis tentang bagaimana proses memaafkan 
Proses memaafkan

1.   Membentuk kesadaran
Kita selaku orang yang terluka Owwhhhh...  harus membentuk kesadaran terhadap perilaku kita agar memaafkan orang salah itu. Dengan menghayati dan mempelajari dampak dan manfaat dari memaafkan itu.

2.  Mengobati perasaan
Kita sebagai orang yang sakit hatinya owhhh.... harus mengkondisikan diri agar perasaan dan emosi tidak mempengaruhi diri. Memang sakit tapi kita perlu menenangkan perasaan kita terlebih dahulu. Dengan menenangkan diri juga kita mencegah perilaku dendam muncul.

3.  Merelakan Kesalahan
Kita sebagai orang yang dikecewakan Owwhhh.... harus merelakan dan melupakan perbuatan yang menyakitkan dan mengecewakan diri kita, Menghilangkan sakit hati, Mengkondisikan diri karena tekat kita untuk melakukan perbuatan memaafkan.
4.   Mengkomunikasikan Kesalahan
Membangun komunikasi, terkadang orang yang salah itu menjauh dan minder karena merasa gak enak atau malu atas perbuatannya nahhh disini lah kita harus membangun kembali komunikasi agar tidak ada kesalah pahaman. Disini pula kita dapat mengutarakan perasaan kita yang tersakiti dan mengedukasi orang tersebut agar menyesali dan tidak mengulangi perbuatannya. Ingat dengan cara bil hikmah
5.   Mencari Jalan Keluar 
Setelah mengkomunikasikan semua perasaan dan persepsi masing masing kita perlu mencari jalan keluar dari permasalahan kita tersebut. Jangan sampai masalah itu menjadi bom waktu kita nanti lebih baik kita selesaikan dengan baik.

6.    Kembali menyambung Silaturahim
karena tujuan dari memaafkan itu untuk kembali menjalin hubungan. Jangan lagi kita menjauhi orang itu berkomunikasilah kembali seperti biasa dan jangan pernah kembali mengungkit ungkit masalah yang sudah selesai.

Memang ya kawan terkadang memaafkan itu memelukan waktu yang lama. Tergantung seberapa tingkatan sakit hatinya, karena untuk meredakan perasaan kecewa dan sakit hatinya butuh waktu yang relatif dimasing masing orang. Ingatlah betapa Allah SWT memuliakan orang yang dengan lapang dada memaafkan orang lain yang berbuat salah dengan tujuan agar dapat kembali menjalin tali silaturahmi dan bersama kembali berfastabikul khairat.

Ingatlah perkataan sahabat Ali Ibnu Abi Thalib “Derajat tertinggi seorang pemaaf adalah ketika ia memaafkan kejahatan orang lain disaat ia mampu membalas kejahatan itu”
Maka dari itu temen-temen mulailah belajar untuk melapangkan dada, menjaga perasaan, dan mengendalikan emosi usahakan agar kita tidak melakukan perbuatan salah yang dapat menyakitkan orang lain. Dan kita saling memaafkan sesama karena kita telah tau manfaatnya, tau dampaknya, dan tau kalau dendam itu tidak baik

Sekian
 
Wassalamualaikum Wr Wb


Penulis : Muhammad Syarif Hidayatullah
Sumber dan Referensi
jurnal ; PSIKOLOGI PEMAAFAN Oleh: Latifah Tri Wardhati & Faturochman


Esensi Waktu


Suatu waktu khalifah Umar bin Abdul Aziz sesampainya di rumah setelah mengurus jenazah kakeknya, Sulaiman bin Abdul Malik, Umar istirahat dengan tidur-tiduran di ranjang. Tak selang berapa lama, Putra Umar, Abdul Malik, datang kepada Umar dan bertanya : “Wahai Amirul mukminin gerangan apakah yang membuat anda berbaring di siang hari bolong seperti ini?”
Umar menjawab, “Aku letih, aku butuh istirahat.”
Abdul Malik berkata, “Pantaskah Anda beristirahat padahal banyak pekerjaan yang harus dikerjakan, masih banyak rakyat yang tertindas yang butuh pertolonganmu.”
Umar menjawab, “Semalam suntuk aku menjaga pamanmu dan itu yang mendorong aku istirahat, nanti setelah shalat Zuhur aku akan mengembalikan hak-hak orang-orang yang tertindas dan teraniaya.”
Sang anak pun bertanya, “Wahai Amirul Mukminin, siapakah yang menjamin Anda hidup sampai Zuhur. Bagaimana kalau Allah menakdirkan Anda meninggal dunia sekarang?”
Kemudian Umar bangun dan pergi membawa sekarung gandum, lalu mencari orang yang kelaparan.

Begitu besarnya kesadaran Umar bin Abdul Aziz terhadap hakikat waktu, beliau mengetahui benar bahwa waktu yang dia miliki adalah modal untuk mendapatkan bekal menuju Surga. Maka rugilah ketika waktu yang dimilikinya hilang percuma tanpa ada amalan yang bisa memberatkannya di yaumul hisab kelak.
Bahkan saking pentingnya waktu, Allah tak bosan-bosannya mengingatkan kita akan nilai penting waktu. Karena waktu tak akan kembali, waktu juga tak sama, detik ini akan berbeda dengan detik lain sepanjang hidup kita. Maka beruntunglah mereka yang sadar dengan hakikat waktu dan segera berbenah memperbaiki kualitas takwa.
Kawan, Allah maha adil, setiap manusia di bumi diberikan kesempatan yang sama yakni 60 detik sama dengan satu menit, 60 menit sama dengan satu jam, dan 24 jam sama dengan sehari. Baik kita berada di Indonesia, China, Belanda, Amerika maupun Zimbabwe.
Jelas sudah masalahnya bukan berapa jumlah waktunya, tapi bagaimana manusia memanfaatkan waktunya. Ada yang dalam 24 jam mampu mengurusi 200 juta jiwa manusia, memimpin perusahaan raksasa, menyelesaikan tugas berlembar-lembar, bahkan hal yang selainnya. Tetapi ada juga 24 jam yang ada mengurus dirinya saja tak mampu.
Esensi hidup kita adalah waktu yang kita gunakan untuk menabur benih di dunia yang kelak akan kita panen di akherat, jangan sampai diri ini merugi, karena lebih banyak hidup ini di isi dengan gelimang kesia-siaan daripada buncahan produktivitas.
Ingat! Satu kalimat Tanya yang akan di ajukan oleh Allah, Bukan Berapa? Tapi untuk Apa umur yang kita miliki? Kencangnya waktu tak bergantung pada laju jam yang menempel di dinding, atau jam digital pada hape yang kita miliki. Orang yang memiliki umur panjang tapi digunakan untuk hal sia-sia esensinya dia memiliki umur yang pendek, dia tak bisa memanfaatkan fasilitas umur secara efektif dan produktif.

Mari kawan, sejenak merenung, bagaimana selama ini kita memanfaatkan waktu yang ada. Apakah kita selama ini masih banyak menentang perintah Allah ataukah sudah banyak amalan yang kita perbuat. Masih banyakkah kita membuang waktu dengan hal yang tidak produktif ataukah sudah banyak karya yang sudah kita ciptakan untuk masyarakat? Muhammad Al-Fatih menaklukan Konstantinopel umur 22 tahun, kita? Ibnu Sina diangkat menjadi tabib berumur 16 tahun, kita?
Sebagai penutup cukuplah kita merenungi apa yang disampaikan Allah dalam surat Al-Asr,
“Demi masa. Sungguh manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”

Perjuangan Reaction 13

Assalamualaikum wr wb

Ketika terjadi Perang Tabuk (peperangan terakhir Rasulullah SAW), sahabat rasul berlomba-lomba  berinfaq untuk perbekalan perang. Seperti Usman bin Affan , Umar bin Khattab dan Abu Bakar.

Usman bin Affan memberikan harta yang mampu mencukupi sepertiga kebutuhan berperang pasukan Islam (300 ekor unta terbaik disertai perlengkapannya dan uang 1000 dinar). Begitu pula dengan Umar bin Khattab r.a. yang membawa harta yang sangat banyak. Kepada sahabat-sahabatnya tersebut, Rasul bertanya, “Seberapa banyak yang telah kamu tinggalkan untuk keluargamu?” Sahabat menjawab, “Saya telah tinggalkan setengahnya.” Kemudian Abu bakar dengan membawa infaqnya. Kemudian Rasulullah SAW bertanya kepada Abu Bakar, “Apakah yang kamu tinggalkan untuk keluargamu, wahai Abu Bakar?” Abu Bakar menjawab, “ Saya meninggalkan untuk mereka sesuatu yang sangat berharga dan sangat besar yakni Allah dan Rasul-Nya”. Hal ini berarti Abu Bakar memberikan seluruh hartanya, sebesar kurang lebih 4000 dirham. Mendengar hal itu Umar bin Khattab berkata, “Tidaklah kami berlomba-lomba dalam membuat kebaikan, melainkan Abu Bakar pasti mendahuluiku”.

Dari cerita diatas, secara jumlah (kuantitas), Infaq Abu Bakar kalah dengan Usman namun secara prosentase (kualitas) Abu Bakar mengalahkan semua infaq sahabatnya. Begitulah akhlak nabi dan para sahabatnya yang saling berlomba-lomba dalam kebaikan.

Sebagai seorang muslim yang ingin meneladani perilaku nabi, kami juga selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik. Berlomba-lomba dalam memajukan rohis yang kami cintai, salah satunya dengan ikut beberapa mata lomba dan Alhamdulillah kami jadi juaranya. Beberapa penghargaan yang kita raih dalam berbagai lomba diantaranya:

  


                             Juara 3 Lomba Blogging di SMAN 2 Bekasi 
                                               tahun 2015





                                 Juara 1 Lomba Hijab di SMAN 9 Bekasi 
                                               tahun 2016






                                  Juara 1 Lomba LCTAI di MAN 2 Bekasi
                                                tahun 2016



Bukanlah kesombongan dan riya yang ingin kami tunjukkan tetapi ini adalah perjuangan dan rasa syukur kami selama 2 tahun ini dan memberikan inspirasi buat yang lain untuk senantiasa berlomba dalam kebaikan. Semoga kedepannya kami bisa mengembangkan islam melalui karya terbaik kami.

“Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu”. (Q.S. al-Baqarah [2]: 148)


Wassalamualaikum wr wb

Kajian Ilmiah: Membentengi Remaja Dari Paham Radikal dan Islam Liberal

Rangkuman Kajian Ilmiah
“Membentengi Remaja Dari Paham Radikal dan Islam Liberal”

Bekasi, 13 Februari 2016
Pembicara : Bpk. Drs. KH. Soekandar Ghazali
Tempat : Masjid Al-Hakim SMA Negeri 13 Kota Bekasi

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Yang saya hormati Ibu Kepala SMAN 13 Kota Bekasi, Hj. Dra. Henny Widhianingsih, M.Si,
Bapak dan Ibu wakil Kepala Sekolah yang saya hormati,
Bpk Ibu Guru dan Pembina SMAN 13 Kota Bekasi yang berkenan hadir kali ini,
Serta teman-teman dari Yayasan Al – Kahfi yang telah bekerjasama dalam mengadakan kegiatan kajian ilmiah pada pagi hari ini.

Alhamdulillah dengan kekuasaan Allah kita masih bisa berkumpul dengan penuh kenimatan, yakni nikmat iman yang diberikan Allah kepada kita semua. Dimana dengan nikmat iman inilah kita bisa terus mengkaji islam untuk bisa menjalankan perintah Allah. Mengkaji islam dalam rangka untuk saling mengingatkan dalam jalan kebenaran dan mengingatkan dalam hal kesabaran. Yang kedua dengan mengkaji islam juga bisa menambah wawasan keislaman sehingga kita bisa mencapai tujuan islam yang rahmatan lil alamin sesuai tujuan dari surat al-Baqarah ayat 207-209 yang tadi sudah kita dengarkan bersama-sama .
Tak lupa sholawat serta salam tercurahkan kepada nabi Muhammad SAW yang telah membimbing kita umat islam kepada jalan kebenaran yang menjadi suri tauladan terbaik bagi umatnya hingga hari akhir.

Tema pada pengajian kita kali ini bisa dibilang sangat sederhana, yaitu Tema “Membentengi Pelajar dari Bahaya Radikalisme dan Islam Liberal” dimana tema ini memang masih marak dibahas sekarang ini. Kali ini saya sebagai pembicara diberikan tugas untuk mencoba menjabarkan tema ini, khusus menjabarkan makna yang dimaksud dengan apa itu “benteng” yang bisa menghindarkan kita dari paham radikal dan virus-virus yang membawa pada nilai-nilai liberal.

Ayat yang dibacakan adik tadi mengingatkan kita untuk kembali menjadi muslim yang sebenarnya, dimana seorang muslim seharunya mendalami islam dengan Kaffah yaitu secara utuh, jangan tanggung-tanggung atau jangan sepotong-sepotong karena akan menjadi pemahaman yang kosong dan dangkal sehingga orang-orang yang tidak suka dengan islam akan mudah memberikan nilai-nilai yang berbeda dengan islam rahmatan lil alamin.

BAB. Paham Radikal & Islam Liberal

“ Dan diantara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhoan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketauhilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Baqarah : 207-209)

Kenapa kok orang islam itu mudah terpengaruh oleh paham radikal dan islam liberal? Awalnya orang islam yang gampang diserang itu adalah orang islam yang galau atau orang islam yang memiliki keimanan yang kosong, maka masuklah  kelompok yang berpaham radikal maupun liberal ini memberikan iming-iming masa depan yang cerah. Masa depan yang bisa memberikan harapan atas kegalauan yang dirasakan oleh orang islam, dengan menggunakan cara yang seperti itu kelompok yang mengatasnamakan islam radikal maupun liberal ini dengan mudah mendapatkan simpati dan pengikut. Contohnya GAFATAR, atau yang biasa disebut sebagai GERAKAN FAJAR NUSANTARA dimana banyak orang – orang yang galau kemudian di didik oleh Ahmad Musadeq yang notabenenya adalah  seorang yang mengaku nabi didaerah Jawa Barat, kemudian di penjara karena kasus penistaan terhadap agama pada tahun 2006. Kemudian kelompoknya merubah diri menjadi Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR), nah ini yang menjadi sesuatu yang unik. Dimana dewasa ini kelompok-kelompok islam yang dilarang sering mengganti bajunya untuk menghindari dari penggerebekan polisi dimana dalam melancarkan aksinya mereka merekrut anggotanya dengan iming-iming masa depan yang cerah sehingga bisa menaikkan status social mereka dimasa mendatang.

Seperti dulu ada Islam Jamaah (JI), berubah menjadi LEMKARI berubah menjadi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Bahkan dikala orde baru kelompok ini dilindungi oleh Ali Murtopo  sehingga menjadi lembaga yang berbadan hukum resmi, sehingga dimasa tersebut secara aspirasi politik LDII masuk kedalam Golkar. Sama seperti sekarang ini jika paham keislaman kita itu kosong maka mudah untuk dijadikan target paham radikal dan islam liberal. Seperti dikatakan tadi harusnya kita itu menganut islam yang rahmatan lil alamin, dimana dien ini harus memiliki cahaya yang damai dan mendamaikan. Islam itu merubah tatanan hidup manusia dari kehidupan yang gelap atau kehidupan yang jahiliah, kehidupan yang tidak mengenal ketauhidan, aqidahnya tidak jelas, menuju jalan yang berakhir kepada cahaya Allah. Itulah agama islam yang sebenarnya, islam rahmatan lil alamin.






Sekarang ini orang kafir yang tidak suka islam merubah wajah islam yang penuh dengan cahaya menjadi kembali kepada kegelapan dengan cara mencuci otak orang yang memeluk islam dengan cara merubah pola pikir keislamannya menjadi kesesatan seolah-olah pemikiran tersebut sesuai dengan risalah islam, tentu saja ditambahi dengan iming-iming bahwa dia akan dijamin masa depannya menjadi lebih baik lagi daripada sekarang. Terbukti dalam kurun waktu 4 tahun berdiri dari tahun 2011 GAFATAR memiliki sejumlah cabang di Indonesia dengan tujuan membelokkan aqidah ummat dari cahaya menuju kegelapan (fi nur illa dzulumatin). Itulah hebatnya GAFATAR yang pimpinannya adalah Ahmad Musadeq yang awalnya memiliki nama Al-Qiyadah Al-Islamiyah.

Hadirin sekalian, kemarin Kota Bekasi di Asrama Haji ada 99 orang eks anggota GAFATAR dari 4 provinsi yang diasramakan dan kita bina untuk tidak kembali lagi mengikuti ajaran GAFATAR yang sebenarnya memiliki keyakinan Millah Ibrahim, dimana 4 Provinsi itu antara lain Jawa Barat, DKI Jakarta, Jambi dan Banten. Kemudian ketika mereka dibina dan diberikan wawasan keislaman itu tidak mau pulang karena diberikan fasilitas. Bahkan ketika diminta untuk pulang ke kampung halaman mereka meminta untuk diberikan uang pesangon satu kepala satu juta. Kemudian dinas social dan BAZDA berkordinasi apakah orang-orang yang seperti ini boleh diberikan dana zakat mal? Akan tetapi saya sampaikan bahwa yang namanya orang-orang yang berhak diberikan zakat adalah mereka 8 ashnaf diantaranya para mualaf, kalau mereka ini bukan mualaf tetapi mereka adalah orang islam yang murtad kemudian menjadi islam lagi.
Contoh dari kesesatan ajaran Ahmad Musadeq antara lain tidak mau sholat, jadi ketika diajak sholat mereka tidak mau sholat karena bagi mereka kewajiban sholat itu hanya sekali sehari. Cara sholatnyapun berbeda dengan cara sholat orang islam pada umumnya, mereka hanya mematikan lampu dan menyalakan lilin sambil merenungi dosa-dosa yang sudah diperbuat. Jadi jelas sekali hal ini telah menyalahi aturan peribadahan umat islam, dan jelas sekali kesesatan yang telah mereka perbuat.

Ketika saya mewawancarai salah satu diantara mereka dengan modal 4-5 juta dari Jawa, di Kalimantan tempat para anggota GAFATAR ini bisa memiliki tanah, memiliki tanaman, memiliki puluhan kambing yang besar-besar. 90% orang-orang yang galau pemikirannya ini dengan mudah dibelokkan aqidahnya menjadi aqidah yang sesat karena memiliki pemahaman islam yang awam. Sehingga mudah sekali jika diberikan fasilitas dan kenyamanan dalam hidup, mereka rela meninggalkan ajaran agamanya untuk memiliki sebuah impian untuk menjadi orang yang dimudahkan masa depannya.

Bahkan mereka ketika kami islamkan mereka sangat sulit sekali mengucapkan dua kalimat syahadat, mengapa karena mereka sudah sangat sulit sekali dalam memahami islam yang Kaffah. Dan mereka memiliki cara syahadat sendiri karena pada dasarnya Millah Ibrahim ini adalah ajaran yang menyatukan semua agama baik Yahudi, Nasrani dan Islam. Millah Ibrahim diyakini sebagai ajaran yang menyempurnakan islam sebagaimana islam menyempurnakan ajaran sebelumnya, maka cara syahadat dan peribadahannyapun berbeda dengan ajaran agama lain.

Dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan, setan itu bukan dalam bentuk pocong, bentuk gondoruwo atau yang lainnya tetapi dalam bentuk jin dan manusia. Cara menyesatkannyapun dengan cara yang beragam, bisa jadi dengan cara yang terang-terangan untuk berbuat syirik atau melanggar aturan Allah, ada juga dengan cara yang halus salah satunya adalah dengan cara orang islam pelan-pelan digiring perilakunya untuk meniru orang-orang diluar islam karena pada dasarnya dalam suatu hadist Umat Yahudi dan Nasrani tidak akan rela bahwa Islam menjadi agama yang diridhoi. Sekarang ini masih marak adanya peringatan hari Valentine Day yang bukan berasal dari produk islam, bahkan hari itu diperingati untuk merayakan seksualitas. Contoh kasus di puncak ada serombongan guru yang merayakan valentine day, setelah jam 12 malam mereka menentukan siapa pasangannya sendiri dari kalangan guru dan acara berikutnya berujung pada hubungan ranjang.

Bekasi ini sebagai kota penyangga yang menjadi sasaran banyak kasus-kasus nasional, seperti ISIS, Beras Plastik, Teroris, di tingkat Propinsi Jawa barat Bekasi nomor 2 dalam penggunaan serta pengedaran Narkobanya. Bahkan MUI menjadi salah satu lembaga yang paling banyak dimintai pertanyaan atas kasus tersebut, untuk itu sekarang ini MUI bekerjasama dengan Kapolda ikut memberikan sosialisasi kepada siswa dan masyarakat untuk menanggulangi narkoba, kasus paham sesat, teroris dan islam liberal.
Apa itu radikalisme?




Radikalisme adalah paham yang memiliki kecenderungan pandangan kaku, saklek, memiliki cara-cara ekstrim dalam mewujudkan cita-citanya. Bunuh diri dianggap syuhada dan surga balasannya seperti halnya kita kenal Bom JW Mariot, Bom Bali, Serangan 11 September 2001 di Amerika, dan salah satu kelompok yang dikenal sebagai golongan radikalis adalah ISIS (Islamic State of Iraq and Syiria).

Contoh kasus yang baru-baru ini terjadi ada 40 siswa sekolah yang hilang dari keluarganya, setelah dicari tahu ternyata ikut gerakan radikal. Mereka diberikan paham bahwa kini saatnya islam Berjaya dengan perang melawan taghut Amerika dan orang kafir. Menurut mereka islam sekarang masih pada fase mekah, dimana islam menjadi agama yang ditindas oleh kaum kafir dan aturan-aturan pada fase madinah belum berlaku. Oleh karenanya tidak wajib sholat, tidak perlu berzakat dan yang penting adalah membela islam dengan jihad berperang melawan orang kafir. Seperti halnya GAFATAR ada pengikutnya seorang anak kecil yang ketika di tanya kalau besar mau jadi apa, jawabnya adalah “Teroris”. Kalau tidak pembinaannya sangat kuat tidak mungkin anak kecil yang tidak tahu apa – apa bisa sangat mendambakan diri sebagai seorang teroris. Ini menunjukkan dari pembinanya hingga Ahmad Musadeq memiliki sebuah system kaderisasi yang kuat dan rapi sehingga bisa mendidik mereka dengan sangat luar biasa militan.
Upaya pendangkalan aqidah sangat banyak sekali, seperti hari natal banyak umat Kristen yang mencoba untuk meminta pegawainya untuk memakai pakaian Santa Clauss. Ini cara Yahudi dan Nasrani untuk bisa menghancurkan islam, karena dalam hadist kedua kaum tersebut tidak akan ridho jika islam itu menjadi agama yang mendominasi dan menguasai peradaban. Kalau islam konsisten dengan agamanya maka tidak mungkin kita mau ikut-ikutan kegiatan yang semacam itu dimana kegiatan tersebut berorientasi mendangkalkan aqidah umat muslim. Makanya mereka yang mudah diberikan pemahaman baru adalah islam-islam abangan, dimana mereka akan dengan mudah diberikan sebuah produk dengan gaya hidup mereka.

Jika melihat dewasa ini ada saja usaha mereka untuk mendangkalkan aqidah termasuk dengan cara memunculkan nilai-nilai liberalism. Makanya muncul sekarang ini sebuah komunitas yang namanya Suka Sama Suka dimana jika mereka saling suka maka boleh saja hidup bersama seperti layaknya sebuah keluarga, disamping itu juga ada RUU pelegalan nikah sejenis yang masih marak dengan pengusungnya mereka yang tergabung sebagai LGBT. Padahal Negara-negara jiran kita sudah menolak RUU tersebut seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, bahkan Australia sendiri tapi Indonesia baru mau dibikin. Ini kalau tidak sebuah pergerakan tidak mungkin anggota DPR ini mau untuk menjadikan LGBT dan pernikahan sejenis sebagai sebuah Undang-undang. Naudzubillah…

Kalau saya berinteraksi dengan teman saya sesame penceramah yakni Abu Deedat Kota Bekasi ini masih lemah imannya, makanya kita butuh sebuah kajian yang seperti ini untuk bisa saling menguatkan keimanan dan menambwah wawasan keislaman kita. Satu contoh kasus lagi belum lama ini di depan masjid Al-Barqah ada pesta lintas iman, panggungnya ada didepan masjid pas dimana disana ada beberapa golongan yang menjadi peserta seperti dari HKBP, IJABI Syiah, Pemuda Anshor, Ahmadiyah, dsb. Ini kan selas-jelas sesuatu yang sangat tidak pantas, dimana IJABI Syiah dan Ahmadiyah sudah dikategorikan sebagai pemikiran yang sesat tetapi masih bisa tumbuh subur di Indonesia.

Dan berbagai kasus lain di Bekasi yang bisa mempresentasikan bagaimana kelompok Liberal ini mulai menawarkan pemikirannya ini kepada masyarakat. Seperti kasus Felix yang mengencingi dan menginjak-nginjak Al-Quran. Kemudian ada orang warga NTT yang tidak betah dengan suara sound system ketika takbir berkumandang saat Sholat Idul Fitri dia memutus kabel dengan membawa anjingnya yang besar. Akhirnya keduanya di proses secara hukum di Polres Kota Bekasi. Agama ini memang tengah diuji dengan perilaku umatnya sendiri maupun orang diluar islam yang tidak ridho. Oleh karenanya kita sebagai umat islam harusnya memiliki pemahaman dan kesadaran untuk mengikuti islam secara Kaffah.

Lantas pertanyaannya bagaimana kita sebagai seorang siswa dan guru yang ingin terhindar dari paham radikal dan islam liberal ini, ada 3 hal yang bisa dijadikan strategi atau langkah kita bersama dalam menangkal paham berbahay ini, antara lain ;


1. Memperbaiki hubungan dengan Allah atau kita membangun komunikasi dengan Allah

Untuk menghidarkan diri dari paham yang tidak benar, kita terlebih dahulu meminta petunjuk kepada Allah dengan memperbaiki hubungan kita kepada Allah. Mulai dari hal yang kecil seperti kita memulai hari dengan membaca basmalah, melakukan ibadah wajib dengan tepat waktu dan menambahnya dengan ibadah sunnah seperti sholat tahajud serta sholat dhuha. Intinya bagaimana diri kita ini senantiasa membiasakan diri dengan aktifitas yang berhubungan dengan Allah.

2. Memperbanyak Amal Sholeh 

“ Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. (QS. Hud : 114)
“Bertakwalah kepada Allah dimanapun engkau berada, ikutilah perbuatan yang buruk dengan perbuatan yang baik niscaya ia akan menghapusnya, dan bergaullah dengan manusia dengan budi pekerti yang mulia. (HR. Ahmad, at-Tirmidzi,dll. Dengan derajat hasan)
Dengan kedua dalil itu menunjukkan bahwa ketika kita ingin mendapatkan ampunan Allah dan senantiasa berada dalam naungan-Nya maka kita diminta untuk memperbanyak amalan sebagai bagian dari kehidupan kita. Karena sebagai makhluk Allah kita hanya diperintahkan untuk beribadah kepada-Nya.

3. Memupuk diri dengan Sifat Muroqobah 

Sifat Muroqobah adalah sifat dimana kita senantiasa merasa diawasi oleh Allah SWT sehingga kita akan jauh dari yang namanya ujub, riya’ maupun sifat bermalas-malasan dalam mencari ilmu agama. Sebagaimana orang-orang yang suka dan mengejar dunia maka harusnya kita juga suka dan berlomba-lomba dalam mengharap ampunan Allah SWT. Kemudian kita menjadi salah satu bagian orang yang berbahagia seperti dijelaskan dalam Al-Quran Surat Al-Fajr ayat 27-30.
“Hai Jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhoi-Nya. Maka masuklah kedalam jama’ah hamba-hamba-Ku.”




Semoga kita semua termasuk kedalam orang-orang yang diridhoi oleh Allah SWT sehingga bisa kembali kepada Allah dalam keadaan yang tenang karena akan menyambut sebuah pembalasan yang menyenangkan yaitu surga jannatunnaim. Amien yaa rabbalalamin.

Wassalamualaikum Wr. Wb.


Nb : rangkuman ini melalui beberapa proses editing pembahasaan dan tulisan supaya mudah dipahami dalam bentuk ringkasan materi dengan tidak mengubah substansi dan isi.


Pertanyaan

1. Ustadz dilingkungan saya biasa dijumpai dan pendapat tentang pacaran itu merupakan aktifitas yang wajar, bagaimana sikap saya sebagai seorang teman sekaligus muslimah dalam menyikapi teman saya yang pacaran padahal islam sendiri tidak mengajarkan pemeluknya untuk pacaran? Hal ini bisa berdampak kepada masuknya kita umat islam kedalam perilaku jahiliah atau perilaku agama lain. (Azlika, siswi kelas XI)
Jawaban :
Memang dewasa ini pacaran sudah sangat menjadi-jadi, dimana survey BPS menunjukkan bahwa 60% siswi SMP dan SMA di Jakarta sudah tidak perawan. Bahkan bisa lebih lagi jika ditelusuri. Rusaknya moral remaja islam karena mengikuti atau mengadopsi perilaku dan budaya barat yang tidak bertanggung jawab. Contohnya ada kasus di acara Valentine Day ketika ada anak yang meminta izin untuk merayakan acara tersebut di puncak kepada orang tuanya malah diberikan saran untuk membeli kondom agar tidak terjadi kecelakaan. Ini sangat tidak dibenarkan karena dengan begitu arus sex bebas sangat mudah menjalar dalam kehidupan remaja dewasa ini. Saran saya jika masih menemui adanya teman-teman adik ini yang berpacaran laporkan saja kepada guru atau orang tua agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

2. Bagaimana cara memilih kegiatan islam yang sesuai dengan kaidah islam? Dan apa penyebab paham-paham islam sempalan mulai bermunculan, itu karena apa? (Ibrahim, siswa kelas XII)
Jawaban :
Terjadinya paham radikal karena ngajinya tidak tuntas, pemahamannya sempit, ikut training tidak jelas. Jihad mereka artikan dengan berperang, padahal yang namanya jihad bisa dengan belajar. Bahkan di bekasi sendiri ada yang namanya kelompok yang mengkafirkan umat islam lain ketika tidak berbaiat kepada pemimpinnya. Di Indonesia kelompok radikal ini di pelopori atau tokohnya adalah Abu Bakar Baasir. Jika orang ikut ISIS maka keluarganya dapat 30 juta, jika mati dapat 60 juta. Jangan ikut kajian kajian yang tidak memiliki legalitas yang jelas.

3. Permasalahan keluarga muda dimana suaminya tidak bekerja, kesulitan mereka memang tidak memiliki kondisi ekonomi yang baik. Orang tuanya datang kepada saya minta tolong untuk dinasihati anak-anaknya karena pernah bilang saya sudah siap untuk menjadi pengantin. Bagaimana sikap saya sebagai seorang tetangga? (Bu Henny Kepala SMAN 13 Kota Bekasi)
Jawaban :
Memang iming-iming mereka yang sangat fantastis dengan menawarkan gaji bagi para pengikutnya membuat orang-orang yang galau akan kehidupannya khususnya finansialnya dengan mudah menjadi followernya. Contoh diatas sudah sangat jelas menjadi sebuah tanda bahwa teroris sendiri sekarang bermain dengan cukup professional. Oleh karenanya sebagai tetangga kita bisa memberikan peringatan dan mungkin memberikan laporan kepada pihak yang berwenang untuk menindak lanjuti masalah tersebut.

Proses Pembentukan Hujan



Assalamualaikum Wr.Wb.

Hai para pembacca setia Reaction 13, Kali ini kiita hadir kembali dengan artikel yang tentunya sangat unik,  Bagi kalian yang baru membaca artikel di blog ini kalian juga bisa baca artikel blog kita edisi minggu kemarin tentang Muhammad Al-Fatih.  Kali ini kita akan membahas suatu yang unik dan tentunya telah kita jumpai setiap hari dalam kehidupan kita.

Yaps, Kali ini kita akan membahas Proses Pembentukan Hujan, Mungkin kalian telah tahu bagaimana proses pembentukan hujan tersebut, namun kalian tahu tidak kalau proses tersebut telah di sebutkan didalam Al-Qur'an jauh sebelum para ilmuwan meneliti pembentukan hujan, Seperti yang disebutkan di dalam Surat :







Yang artinya : "Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira" (Al Qur'an, 30:48)."

Kini, mari kita amati tiga tahap yang disebutkan dalam ayat ini.

Tahap pertama: "Dialah Allah Yang mengirimkan angin...". Gelembung-gelembung udara yang jumlahnya tak terhitung yang dibentuk dengan pembuihan di lautan, pecah terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air tersembur menuju langit. Partikel-partikel ini, yang kaya akan garam, lalu diangkut oleh angin dan bergerak ke atas di atmosfir. Partikel-partikel ini, yang disebut aerosol, membentuk awan dengan mengumpulkan uap air di sekelilingnya, yang naik lagi dari laut, sebagai titik-titik kecil dengan mekanisme yang disebut "perangkap air". 

Tahap kedua: “...lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal...", Awan-awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekeliling butir-butir garam atau partikel-partikel debu di udara. Karena air hujan dalam hal ini sangat kecil (dengan diamter antara 0,01 dan 0,02 mm), awan-awan itu bergantungan di udara dan terbentang di langit. Jadi, langit ditutupi dengan awan-awan.

Tahap terakhir: "...lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya...", Partikel-partikel air yang mengelilingi butir-butir garam dan partikel -partikel debu itu mengental dan membentuk air hujan. Jadi, air hujan ini, yang menjadi lebih berat daripada udara, bertolak dari awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.

Semua tahap pembentukan hujan telah diceritakan dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Selain itu, tahap-tahap ini dijelaskan dengan urutan yang benar. Sebagaimana fenomena-fenomena alam lain di bumi, lagi-lagi Al-Qur’anlah yang menyediakan penjelasan yang paling benar mengenai fenomena ini dan juga telah mengumumkan fakta-fakta ini kepada orang-orang pada ribuan tahun sebelum ditemukan oleh ilmu pengetahuan.

Dan Dalam sebuah ayat Al Qur'an dijelaskan proses pembentukan hujan :







 Artinya :"Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.(Al Qur'an 24:43)" 

Para ilmuwan yang mempelajari jenis-jenis awan mendapatkan temuan yang mengejutkan berkenaan dengan proses pembentukan awan hujan. Terbentuknya awan hujan yang mengambil bentuk tertentu, terjadi melalui sistem dan tahapan tertentu pula. Tahap-tahap pembentukan kumulonimbus, sejenis awan hujan, adalah sebagai berikut: 

  • Tahap Pertama :Pergerakan awan oleh angin, awan-awan dibawa atau ditiup olehangin-angin.
  • Tahap Kedua    : Membentuk awan yang lebih besar, awan-awan kecil (awaan Kumulus) yang ditiup oleh angin kemudian bergabung dengan awan yang lainnya membentuk awan yang lebih besar
  • Tahap Ketiga   : Yaitu proses awan yang saling tumpang tindih, Ketika awan-awan kecil saling bertemu dan bergabung membentuk awan yang lebih besar, gerakan udara vertikal ke atas terjadi di dalamnya meningkat. Gerakan udara vertikal ini lebih kuat di bagian tengah dibandingkan di bagian tepinya. Gerakan udara ini menyebabkan gumpalan awan tumbuh membesar secara vertikal, sehingga menyebabkan awan saling bertindih-tindih. Membesarnya awan secara vertikal ini menyebabkan gumpalan besar awan tersebut mencapai wilayah-wilayah atmosfir yang bersuhu lebih dingin, di mana butiran-butiran air dan es mulai terbentuk dan tumbuh semakin membesar. Ketika butiran air dan es ini telah menjadi berat sehingga tak lagi mampu ditopang oleh hembusan angin vertikal, mereka mulai lepas dari awan dan jatuh ke bawah sebagai hujan air, hujan es, dan sebagainya.
Kita tahu bahwa para ilmuan meneliti hal ini sekitar abad-20 dengan menggunakan teknologi-teknologi canggih, namun jauh 14 abad sebelum para ilmuwan meneliti hal tersebut,  Proses pembentukan hujan ini telah diberitahu oleh Allah SWT, sungguh sangat besar
kuasa Allah dan itu terbukti dengan salah satu kejadian yaitu Proses Pembentukan Hujan,

Mungkin itu saja yang bisa kita sampaikan kepada pembaca, semoga artikel ini bisa mengingatkan kita bahwa Allah memiliki Kuasa atas segala ciptaanya, dan semoga artikel ini bisa memberikan semangat dalam menempuh jalan yang benar yaitu dijalan Allah SWT.

Kurang lebihnya mohon Ma'af
Wassalamualaikum Wr.Wb

Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT)

Assalamualikum Wr. Wb.
Hello my friends, apa kabar kalian semua? Mudah mudahan sehat selalu dan semangat terus menjalani hari kalian. Kali ini kami akan membahas sebuah artikel yang sedang hangat-hangatnya di Indonesia tentang LGBT

Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) kini semakin marak diperbincangkan, baik itu di Indonesia pada khususnya maupun dunia pada umumnya. Perilaku LGBT bukanlah faktor bawaan, bukan faktor keturunan. LGBT ini berdalih menggunakan HAM, dimana dalam pandangan HAM mengekspresikan orientasi seksual dan identitas gender yang dipilih adalah bagian dari hak asasi

Bahkan ada ribuan anak Indonesia yang masuk jaringan LGBT yaitu sekitar3.000-an anak-anak sekarang yang masuk jaringan gay ini

LGBT merupakan penyimpangan orientasi seksual yang bertentangan dengan fitrah manusia, agama dan adat masyarakat Indonesia.

Dalam agama Islam pun sudah terang Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa melarang keras hamba-Nya agar tidak masuk ke dalam golongan orang – orang yang menyukai sesama jenis seperti lesbi maupun gay, biseksual, dan transgender. Al – Qur’an sebagai sumber ajaran agama Islam yang merupakan representasi kalimat – kalimat Allah SWT.

Salah satunya ialah kisah pada zaman Nabi Luth ‘alaihissalam, kaumnya yang terkenal sebagai penyuka sesama jenis dilaknat oleh Allah SWT. dengan adzab yang amat pedih. Merupakan suatu pertanda bahwa Allah SWT. tidaklah menyukai perbuatan tersebut.
Sebagaimana Allah terangkan dalam al Quran:

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ ( ) إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ ( )

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melampiaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, bahkan kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al ‘Araf:80 – 81)

Menurut pendapat ulama hukuman yang diberikan kepada orang berperilaku LGBT bermacam-macam, antara lain:
Pertama, Hukumannya adalah dengan dibunuh, baik pelaku (fa’il) maupun obyek  (maf’ul bih) bila keduanya telah baligh
Kedua, Hukumannya dirajam, hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Baihaqy dari Ali bahwa dia pernah merajam orang yang berbuat gay
Ketiga, hukumannya sama dengan hukuman berzina. Pendapat ini seperti ini disampaikan oleh Sa’id bin Musayyab, Atha’ bin Abi Rabbah, Hasan, Qatadah, Nakha’i, Tsauri, Auza’i, Imam Yahya dan Imam Syafi’i 

Menyikapi perilaku LGBT sendiri kita harus bijaksana sebagai generasi islam yang rahmatan lil alamin, kita harus waspada terhadap promosi LGBT karena di Indonesia kaum ini juga sudah mulai terbuka terhadap identitasnya ke masyarakat. Sedangkan untuk menghindari perilaku LGBT ada beberapa cara yang bisa kita lakukan, antara lain ;

1. Menanamkan aqidah yang benar yang sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan Assunah
2. Amar ma’ruf nahyi munkar dan menyebarkan semangat saling menasehati
3. Mengoptimalkan pengajian-pengajian al-Qur’an
4. Menjauhi hal-hal yang merangsang secara umum
5. Melakukan kegiatan yang positif

Terima kasih untuk kalian yang membaca artikel ini semoga bermanfaat  dan semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT dalam menjauhi perilaku yang dilaknat oleh-Nya, kita sudahi dulu disini
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Fakta Tentang Ilmuan Yang Masuk Islam

 Assalamualaikum Wr. Wb

Hallooo... apa kabar kawan  semua??? Semoga kalian sehat selalu ya... tau gak kali ini kita akan membahas apa??? artikel kali ini gak kalah dengan artikel  Ternyata Jahe Menjadi Minuman di Surga. yang kita buat sebelumnya kok... Kali ini kita akan membahas fakta kenapa beberapa ilmuwan masuk islam. tidak sedikit loh ilmuwan yang masuk islam karena penelitian yang mereka lakukan kawan.. Nah disini kita akan membahas beberapa ilmuwan yang masuk agama islam karena penelitian yang ia lakukan.. Mari kita simak bersama-sama...

Merekalah  Yang Menemukan Islam Lewat Penelitian Yang Ia Lakukan

1. Maurice Bucaille, masuk Islam karena meneliti jasad Fir’aun


Prof Dr Maurice Bucaille adalah ahli bedah kenamaan Prancis dan pernah mengepalai sebuah klinik bedah di Universitas Paris. Ia dilahirkan di Pont-L’Eveque, Prancis, pada 19 Juli 1920.
Kisah di balik keputusannya masuk Islam diawali pada tahun 1975. Pada saat itu, pemerintah Prancis menawari bantuan kepada pemerintah Mesir untuk meneliti, mempelajari, dan menganalisis mumi Firaun. Bucaille lah yang menjadi pemimpin ahli bedah sekaligus penanggung jawab utama dalam penelitian. Ternyata, hasil akhir yang ia peroleh sangat mengejutkan. Sisa-sisa garam yang melekat pada tubuh sang mumi adalah bukti terbesar bahwa dia telah mati karena tenggelam. Jasadnya segera dikeluarkan dari laut dan kemudian dibalsem untuk segera dijadikan mumi agar awet.
Namun penemuan yang dilakukan Bucaille menyisakan pertanyaan. Bagaimana jasad tersebut bisa terjaga dan lebih baik dari jasad-jasad yang lain (tengkorak bala tentara Firaun), padahal telah dikeluarkan dari laut? Bucaille lantas menyiapkan laporan akhir tentang sesuatu yang diyakininya sebagai penemuan baru, yaitu tentang penyelamatan mayat Firaun dari laut dan pengawetannya.
Laporan akhirnya ini dia terbitkan dengan judul “Mumi Firaun; Sebuah Penelitian Medis Modern”, dengan judul aslinya, “Les Momies des Pharaons et la Midecine”. Saat menyiapkan laporan akhir, salah seorang rekannya membisikkan sesuatu di telinga Bucaille seraya berkata:
“Jangan tergesa-gesa karena sesungguhnya kaum Muslimin telah berbicara tentang tenggelamnya mumi ini”.
Dia mulai berpikir dan bertanya-tanya. Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Bahkan, mumi tersebut baru ditemukan sekitar tahun 1898 M, sementara Al-Qur’an telah ada ribuan tahun sebelumnya. Setelah perbaikan terhadap mayat Firaun dan pemumiannya, Prancis mengembalikan mumi tersebut ke Mesir. Namun, ia masih bertanya-tanya tentang kabar bahwa kaum Muslimin telah saling menceritakan tentang penyelamatan mayat tersebut. Dan setelah beberapa waktu Bucaille menjadikan rasa penasarannya tersebut untuk datang ke acara konferensi ilmuan muslim dimana tema yang cukup menarik adalah pembahasan tentang proses penyelamatan Allah terhadap jasad fir’aun dalam QS. Yunus : 92 yang berbunyi :
“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami”,

Seperti tertampar akan penjelasan Al-Qur’an tersebut akhirnya dia masuk islam dihadapan para peserta konferensi ilmuan muslim dunia tersebut.
Atas kisah inspiratifnya tersebut maka muncul beberapa kalangan ilmuan yang mengikuti jejak dirinya dengan menjadi aliran tersendiri dalam memahami fakta ilmiah dalam Al-Quran yang dikenal sebagai aliran Bucaille.

2. Jacques Yves Costeau, di lautan terdalam menemukan Islam

Mr Jacques Yves Costeau adalah seorang ahli Oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis yang lahir pada 11 Juni 1910. Sepanjang hidupnya ia menghabiskan waktu dengan menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton oleh seluruh dunia melalui stasiun tv Discovery Channel.
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba Costeau menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur atau tidak melebur
dengan air laut yang asin di sekelilingnya. Sehingga seolah- olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.
Fenomena ganjil itu mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim dan menceritakan fenomena ganjil itu kepadanya. Profesor tersebut lalu teringat ayat Al-Quran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez.
Ayat itu berbunyi: “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing”.
Kemudian dibacakan surat Al-Furqan ayat 53 : “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”
Terpesonalah Mr Costeau mendengar ayat-ayat Al-Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam.
Costeau pun berkata bahwa Al-Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Tidak ada keraguan lagi dalam hati Mr. Costeau untuk menjemput hidayah Allah yang datang melalui penelitiaannya didalam samudera, dan akhirnya dengan mengucap dua kalimat syahadat, Mr Costeau memeluk Islam. Subhanallah.

3. Demitri Bolykov, meyakini matahari akan terbit dari Barat

Sebagai seorang ahli fisika asal Ukraina, Demitri Bolykov mengatakan bahwa pintu masuk ke Islam baginya adalah fisika. Demitri tergabung dalam sebuah penelitian ilmiah yang dipimpin oleh Prof Nicolai Kosinikov, yang juga merupakan pakar fisika.
Teori yang dikemukan oleh Prof Kosinov merupakan teori yang paling baru dan paling berani dalam menafsirkan fenomena perputaran bumi pada porosnya. Kelompok peneliti ini merancang sebuah sampel berupa bola yang diisi penuh dengan papan tipis dari logam yang dilelehkan, ditempatkan pada badan bermagnit yang terbentuk dari elektroda yang saling berlawanan arus. Ketika arus listrik berjalan pada dua elektroda tersebut maka menimbulkan gaya magnet dan bola yang dipenuhi papan tipis dari logam tersebut mulai berputar pada porosnya fenomena ini dinamakan “Gerak Integral Elektro Magno-Dinamika”. Gerak ini pada substansinya menjadi aktivitas perputaran bumi pada porosnya.
Pada tingkat realita di alam ini, daya matahari merupakan “kekuatan penggerak” yang bisa melahirkan area magnet yang bisa mendorong bumi untuk berputar pada porosnya. Kemudian gerak perputaran bumi ini dalam hal cepat atau lambatnya seiring dengan daya intensitas daya matahari. Atas dasar ini pula posisi dan arah kutub utara bergantung. Telah diadakan penelitian bahwa kutub magnet bumi hingga tahun 1970 bergerak dengan kecepatan tidak lebih dari 10 km dalam setahun, akan tetapi pada tahun-tahun terakhir ini kecepatan tersebut bertambah hingga 40 km dalam setahun.
Bahkan pada tahun 2001 kutub magnet bumi bergeser dari tempatnya hingga mencapai  jarak 200 km dalam sekali gerak. Ini berarti bumi dengan pengaruh daya magnet tersebut mengakibatkan dua kutub magnet bergantian tempat. Artinya bahwa “gerak” perputaran bumi akan mengarah pada arah yang berlawanan. Ketika itu matahari akan terbit (keluar) dari Barat. Atas dasar penemuan itu para peneliti mencoba untuk menggali informasi lebih dalam lagi, akan tetapi alangkah terkejutnya Demitri Bolykov bahwa penemuannya tersebut telah diinformasikan terlebih dahulu dalam sebuah hadist riwayat Bukhari dan Muslim, bahwasanya Rasulullah pernah bersabda : “Tidaklah tegak hari kiamat hingga matahari terbit dari arah barat. Apabila ia telah terbit (dari arah barat) dan manusia melihatnya, maka berimanlah mereka semua. Pada hari itu tidaklah bermanfaat keimanan seseorang yang tidak beriman sebelum hari itu atau belum mengusahakan kebaikan di masa imannya.”

4. Dr.Fidelma O’Leary, menemukan rahasia sujud dalam salat
image
Dr Fidelma adalah seorang ahli neuroscience dari St. Edwards University  Amerika Serikat mendapat hidayah saat melakukan kajian terhadap saraf otak manusia dan hubungannya dengan Sholat. Ketika melakukan penelitian, ia menemukan beberapa urat saraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki darah.
Padahal setiap inci otak manusia memerlukan suplai darah yang cukup agar dapat berfungsi secara normal.
Penasaran dengan penemuannya, ia mencoba mengkaji lebih serius. Setelah memakan waktu lama, penelitiannya pun tidak sia-sia.
Akhirnya dia menemukan bahwa ternyata darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak manusia secara sempurna kecuali ketika seseorang tersebut melakukan sujud dengan kadar waktu tertentu. Artinya, kalau manusia tidak menunaikan ibadah shalat, otak tidak dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal. Rupanya memang urat saraf dalam otak tersebut hanya memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini artinya darah akan memasuki bagian urat otak dengan mengikuti waktu salat.
Oleh karenanya jalan penelitian tersebut telah membawanya kepada sebuah kesimpulan bahwa islam telah menunjukkan bahwa adanya keserasian antara penciptaan manusia dengan ibadah yang telah di tuntunkan oleh Allah SWT karena semua adalah by design dari pencipta-Nya langsung. Dengan mengikrarkan dua kalimat syahadat akhirnya beliau pun masuk islam.

5. Profesor William, menemukan tumbuhan yang bertasbih

Sebuah majalah sains terkenal, Journal of Plant Molecular Biologies, mengungkapkan hasil penelitian yang dilakukan sebuah tim ilmuwan Amerika Serikat tentang suara halus yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa (ulstrasonik), yang keluar dari tumbuhan. Suara tersebut berhasil disimpan dan direkam menggunakan alat perekam canggih.
Profesor William
Dari alat perekam itu, getaran ultrasonik kemudian diubah menjadi menjadi gelombang elektrik optik yang dapat ditampilkan ke layar monitor. Dengan teknologi ini, getaran ultrasonik tersebut dapat dibaca dan dipahami, karena suara yang terekam menjadi terlihat pada layar monitor dalam bentuk rangkaian garis. Para ilmuwan ini lalu membawa hasil penemuan mereka ke hadapan tim peneliti Inggris di mana salah seorangnya adalah peneliti muslim.
Yang mengejutkan, getaran halus ultrasonik yang tertransfer dari alat perekam menggambarkan garis-garis yang membentuk lafadz Allah dalam layar. Para ilmuwan Inggris ini lantas terkagum-kagum dengan apa yang mereka saksikan. Peniliti muslim ini lalu mengatakan jika temuan tersebut sesuai dengan keyakinan kaum muslimin sejak 1400 tahun yang lalu. Para ilmuwan AS dan tim peneliti Inggris yang mendengar ucapan itu lalu memintanya untuk menjelaskan lebih dalam maksud yang dikatakannya. Setelah menjelaskan tentang Islam dan ayat tersebut, sang peneliti muslim itu memberikan hadiah berupa mushaf Al-Qur’an dan terjemahanya kepada Profesor William, salah satu anggota tim peneliti Inggris.
Selang beberapa hari setelah peristwa itu, Profesor William berceramah di Universitas Carnegie Mellon. Ia mengatakan:
“Dalam hidupku, aku belum pernah menemukan fenomena semacam ini selama 30 tahun menekuni pekerjaan ini, dan tidak ada seorang ilmuwan pun dari mereka yang melakukan pengkajian yang sanggup menafsirkan apa makna dari fenomena ini. Begitu pula tidak pernah ditemukan kejadian alam yang bisa menafsirinya. Akan tetapi, satu-satunya tafsir yang bisa kita temukan adalah dalam Al-Qur’an. Hal ini tidak memberikan pilihan lain buatku selain mengucapkan Syahadatain,” demikian ungkapan William.

Dan sebagai penutup, Allah tidak akan mengingkari janjinya kepada manusia melalui Al-Quran dijelaskan bahwa “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda.” (QS. Al-Hijr : 75)
Karena islam datang dengan kebenaran maka ia juga akan membenarkan orang-orang yang datang dengan jalan yang benar. Semoga menjadi hikmah bagi kita bersama untuk selalu mengaji dan mengkaji tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada di Alam semesta ini.

Jazakumullah khairan katsir.
Semoga dengan artikel diatas dapat menambahkan semangat kita dalam belajar islam.
Nantikan artikel kita selanjutnya yaa!!!...

Wassalamualaikum Wr. Wb.