Proses Pembentukan Hujan



Assalamualaikum Wr.Wb.

Hai para pembacca setia Reaction 13, Kali ini kiita hadir kembali dengan artikel yang tentunya sangat unik,  Bagi kalian yang baru membaca artikel di blog ini kalian juga bisa baca artikel blog kita edisi minggu kemarin tentang Muhammad Al-Fatih.  Kali ini kita akan membahas suatu yang unik dan tentunya telah kita jumpai setiap hari dalam kehidupan kita.

Yaps, Kali ini kita akan membahas Proses Pembentukan Hujan, Mungkin kalian telah tahu bagaimana proses pembentukan hujan tersebut, namun kalian tahu tidak kalau proses tersebut telah di sebutkan didalam Al-Qur'an jauh sebelum para ilmuwan meneliti pembentukan hujan, Seperti yang disebutkan di dalam Surat :







Yang artinya : "Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira" (Al Qur'an, 30:48)."

Kini, mari kita amati tiga tahap yang disebutkan dalam ayat ini.

Tahap pertama: "Dialah Allah Yang mengirimkan angin...". Gelembung-gelembung udara yang jumlahnya tak terhitung yang dibentuk dengan pembuihan di lautan, pecah terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air tersembur menuju langit. Partikel-partikel ini, yang kaya akan garam, lalu diangkut oleh angin dan bergerak ke atas di atmosfir. Partikel-partikel ini, yang disebut aerosol, membentuk awan dengan mengumpulkan uap air di sekelilingnya, yang naik lagi dari laut, sebagai titik-titik kecil dengan mekanisme yang disebut "perangkap air". 

Tahap kedua: “...lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal...", Awan-awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekeliling butir-butir garam atau partikel-partikel debu di udara. Karena air hujan dalam hal ini sangat kecil (dengan diamter antara 0,01 dan 0,02 mm), awan-awan itu bergantungan di udara dan terbentang di langit. Jadi, langit ditutupi dengan awan-awan.

Tahap terakhir: "...lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya...", Partikel-partikel air yang mengelilingi butir-butir garam dan partikel -partikel debu itu mengental dan membentuk air hujan. Jadi, air hujan ini, yang menjadi lebih berat daripada udara, bertolak dari awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.

Semua tahap pembentukan hujan telah diceritakan dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Selain itu, tahap-tahap ini dijelaskan dengan urutan yang benar. Sebagaimana fenomena-fenomena alam lain di bumi, lagi-lagi Al-Qur’anlah yang menyediakan penjelasan yang paling benar mengenai fenomena ini dan juga telah mengumumkan fakta-fakta ini kepada orang-orang pada ribuan tahun sebelum ditemukan oleh ilmu pengetahuan.

Dan Dalam sebuah ayat Al Qur'an dijelaskan proses pembentukan hujan :







 Artinya :"Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.(Al Qur'an 24:43)" 

Para ilmuwan yang mempelajari jenis-jenis awan mendapatkan temuan yang mengejutkan berkenaan dengan proses pembentukan awan hujan. Terbentuknya awan hujan yang mengambil bentuk tertentu, terjadi melalui sistem dan tahapan tertentu pula. Tahap-tahap pembentukan kumulonimbus, sejenis awan hujan, adalah sebagai berikut: 

  • Tahap Pertama :Pergerakan awan oleh angin, awan-awan dibawa atau ditiup olehangin-angin.
  • Tahap Kedua    : Membentuk awan yang lebih besar, awan-awan kecil (awaan Kumulus) yang ditiup oleh angin kemudian bergabung dengan awan yang lainnya membentuk awan yang lebih besar
  • Tahap Ketiga   : Yaitu proses awan yang saling tumpang tindih, Ketika awan-awan kecil saling bertemu dan bergabung membentuk awan yang lebih besar, gerakan udara vertikal ke atas terjadi di dalamnya meningkat. Gerakan udara vertikal ini lebih kuat di bagian tengah dibandingkan di bagian tepinya. Gerakan udara ini menyebabkan gumpalan awan tumbuh membesar secara vertikal, sehingga menyebabkan awan saling bertindih-tindih. Membesarnya awan secara vertikal ini menyebabkan gumpalan besar awan tersebut mencapai wilayah-wilayah atmosfir yang bersuhu lebih dingin, di mana butiran-butiran air dan es mulai terbentuk dan tumbuh semakin membesar. Ketika butiran air dan es ini telah menjadi berat sehingga tak lagi mampu ditopang oleh hembusan angin vertikal, mereka mulai lepas dari awan dan jatuh ke bawah sebagai hujan air, hujan es, dan sebagainya.
Kita tahu bahwa para ilmuan meneliti hal ini sekitar abad-20 dengan menggunakan teknologi-teknologi canggih, namun jauh 14 abad sebelum para ilmuwan meneliti hal tersebut,  Proses pembentukan hujan ini telah diberitahu oleh Allah SWT, sungguh sangat besar
kuasa Allah dan itu terbukti dengan salah satu kejadian yaitu Proses Pembentukan Hujan,

Mungkin itu saja yang bisa kita sampaikan kepada pembaca, semoga artikel ini bisa mengingatkan kita bahwa Allah memiliki Kuasa atas segala ciptaanya, dan semoga artikel ini bisa memberikan semangat dalam menempuh jalan yang benar yaitu dijalan Allah SWT.

Kurang lebihnya mohon Ma'af
Wassalamualaikum Wr.Wb

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »